You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa Lebani
Logo Desa Lebani
Lebani

Kec. Maiwa, Kab. Enrekang, Provinsi Sulawesi Selatan

Sejarah Desa Lebani

Administrator 27 Agustus 2026 Dibaca 2 Kali
Sejarah Desa Lebani

Secara etimologis, Lebani berasal dari kata Le’ba yang berarti Lembah. Penamaan ini merefleksikan kondisi topografisnya yang berada di lembah bawah kaki Gunung Matajang, dimana Wilayah ini dialiri oleh alur lintasan Sungai Tabang dan Sungai Saddang yang dapat dinikmati sepanjang Dusun Bonne hingga Dusun Sapiri.

Desa Lebani terbentuk merupakan pemekaran dari Desa Matajang tahun 1996

Jarak Orbitasi Desa Labani Berjarak ±55 km dari ibu kota Kabupaten Enrekang dan ±20 km dari ibu kota Kecamatan Maiwa (Maroangin) dan memiliki luas wilayah pemerintahan  ±17,70 Km2, dengan batas-batas sebagai berikut :

  • Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Matajang
  • Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Tapong
  • Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Tanete/Labuku
  • Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Tapong dan Desa Pasang

Pembentukan Administrasi dan Periodisasi Sejarah

  • 1996 (Era Pemekaran): Bermula dari tingginya aksesibilitas dan luas wilayah Dusun Lebani saat masih bernaung di bawah Desa Matajang. Pemerintah Desa Matajang menyelenggarakan musyawarah mufakat yang menyepakati deklarasi pemekaran Lebani menjadi desa mandiri.
  • 1999 (Kemandirian Perdana & Ujian Bencana): Berdiri resmi dengan membawahi 3 dusun awal. Pada tahun ini, desa dilanda bencana banjir bandang yang melumpuhkan sektor perputaran ekonomi warga. Gotong royong dan kesuburan tanah lembah menjadi kunci pemulihan ekonomi masyarakat setempat.
  • 2000 (Pesta Demokrasi Perdana & Pemilihan Kepala Desa): Di bawah kerangka perundang-undangan tata kelola desa, digelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) pertama secara terbuka yang mempertemukan Drs. Mansur Malli dan Subair. Drs. Mansur Malli terpilih sebagai Kepala Desa Lebani definitif pertama. Wilayah ini kembali diuji bencana longsor akibat kontur lahan yang terjal dan luapan Sungai Tabang.
  • 2002 (Konsolidasi Infrastruktur dan Kelembagaan): Pembangunan infrastruktur jalan poros antar-desa dan antar-dusun mulai direalisasikan. Lembaga permusyawaratan warga seperti BPD dan LKSMD dibentuk. Pada periode ini pula perintisan jaringan listrik (dikoneksikan dari Kabupaten Pinrang) dan distribusi energi LPG masuk ke Desa Lebani.
  • 2005–2010 (Era Kepemimpinan Kedua): Dilaksanakannya Pilkades yang mengantarkan Abdul Majid sebagai Kepala Desa Lebani terpilih (dilantik akhir November) untuk melanjutkan agenda penataan desa.
  • 2011–2015 (Modernisasi & Konektivitas): Pembentukan kelompok-kelompok tani terpadu guna memperkuat komoditas agribisnis serta inisiasi pembangunan menara pemancar sinyal (tower telekomunikasi) untuk membuka keterisolasian informasi digital.
Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBDes 2026 Pelaksanaan

APBDes 2026 Pendapatan

APBDes 2026 Pembelanjaan